
Di halaman terakhir tiap Buletin gereja Kampung Baru, pastilah ada komik Labu yang menjadi maskot Buletin kita. Yuk, mari kita simak apa latar belakang bagaimana pengerjaan komik dan yang lainnya.
T: Shalom, apakabar nih?
J: Kabar baik nih…
T: Kenapa memakai inisial nama samaran LUDO?
J: Ya, karena waktu itu saya niatnya membuat komik untuk kemuliaan nama Tuhan. Jadinya biar nama Tuhan saja yang dipandang. Oleh karena itu, saya mencari inisial nama apa yang tepat… Pikir-pikir, kenapa gak diambil dari karakter no HP saya saja. Akhirnya saya memakai nama LUDO, diambil dari aksara no HP saya. 0815-1010-5836. Jadi LUDO itu huruf-hurunya terletak di angka-angka 5 8 3 6. L untuk 5, U untuk 8, D untuk 3, dan O untuk 6. Simpel kan? Hehehe…
T: Lalu bagaimana selanjutnya?
J: Ya, karena banyak orang yang bertanya-tanya. Siapa sih yang sebetulnya buat komik Si Labu? Apa ini komik dari luar negeri? Hehehe… Karena banyak yang penasaran, apalagi saya mengirimkan komik Labu via email ke alamat-alamat email yang saya lihat di majalah, internet, dll; akhirnya… ya mau gak mau ngaku deh.. hehehe..
T: Kenapa ngirimin komik via email juga?
J: Harapan saya agar semua talenta ini menjadi berkat, dan semua orang bisa menikmati dan mengenal siapakah Tuhan Yesus.
T: Gimana latar belakang penciptaan tokoh Labu?
J: Ide penciptaan komik LABU ini ketika saya tertegun dan terinspirasi setelah melihat website flash korea donghaeng, ingin rasanya membuat komik yang terinspirasi dari sana. Kadang kala waktu saya belum menikah, di gereja saya suka membantu-bantu Sekolah Minggu.. Jadi terciptalah tokoh Si LABU ini.. Kata Labu diambil dari kepalanya yang bulat, seperti buah LABU (bukan dari tokoh Halloween - pumpkin seperti dugaan banyak orang). Selama ini saya membuat komik-komik dunia yang kadang disusupi pemberitaan FirTu secara tidak langsung, tapi di komik LABU saya mengangkat kisah pandang dari seorang anak yang lugu, polos, seperti anak sekolah minggu, dimana banyak dari Alkitab saya kutip dan menterjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.. Komik Labu juga saya muat di Buletin secara rutin. Karena waktu itu saya pikir Buletin harus memiliki maskot, kenapa gak Si Labu aja saya angkat jadi maskot. Dan sepak terjang si Labu gak hanya lewat komik, tapi juga lewat Kasus Detektif yang melibatkan jemaat dan gereja, hehehe…
T: Gambarnya pakai apa?
J: Langsung di komputer, pakai program Paintbrush. Jadi semua sistem operasi Windows mempunyai program sederhana untuk gambar ini kok. Siapa tahu, nanti ada juga yang tertarik buat komik juga, hehehe..
T: Gak digambar pake tangan, lalu discan?
J: Oh gak. Saya gambar langsung dengan mouse. Yang dibutuhkan disini adalah kesabaran, ketelitian dan ketekunan. Lumayan, bisa bentuk karakter menjadi lebih sabar lagi… Hehehe. Itulah pelayanan. Sembari kita berkreasi tapi juga Tuhan bentuk karakter kita.
T: Satu komik itu jadinya berapa lama?
J: Ya, tergantung mood sih! Tapi kalau untuk komik Si Labu biasanya 1 hari kelar! Apalagi gak dibuat berseri! Karena ada saatnya saya mengalami mood yang jenuh, bete… akhirnya terlunta-luntalah. Lain kalau komik lepas kayak Si Labu begini. Sekali bikin kelar… Gak dibikin berserinya. Sebenarnya ada sih ide dan rencana bikin komik Si Labu berseri. Tapi takutnya, mood itu… Lagian, bikin komik seperti yang saya sudah bilang, gak gampang, harus musti banyak-banyak sabar, teliti dan tekun.
T: Gimana kalau ada jemaat yang bilang mereka sibuk, gak bisa punya waktu untuk buat?
J: Saya bilang itu omong kosong! Setelah menikah aja saya terus melayani malah lebih aktif total konsentrasi melayani Buletin. Jadi gak ada tuh yang namanya sibuk atau gak punya waktu. Asal ada kemauan, pasti Tuhan buka jalan. Apalagi dulu sebelum saya jomblo, saya sering bertanya-tanya, kenapa saya jomblo terus? Gak tahunya Tuhan mau saya terus bikin komik di rumah, sendirian, malam minggu. Oh ya, beberapa komik itu saya buat selagi saya jomblo loh! Jadi bagi yang jomblo-jomblo, gak usah kecil hati. Terus berkreasi! Akhirnya Tuhan kasih saya pasangan hidup yang terbaik, hehehehe… Jadi, intinya kita total melayani Tuhan, nanti segala hal yang kita inginkan niscaya Tuhan akan memberinya pada waktuNya, bahkan yang terbaik sekalipun melebihi yang kita tak pernah pikirkan jauh ke depan.
T: Emang kalau mau dibikin berseri, niatnya cerita Labu-nya bagaimana?
J: Niat ide dan ceritanya, karena kecelakaan penciptaan mesin waktu oleh seorang profesor, Si Labu hadir dalam masa ketika Yesus ada di bumi! Wah, seru banget kan tuh! Apalagi Si Labu rada konyol dan badung, ketemu ama Yesus dan kedua belas muridNya yang lagi pelayanan, bisa heboh! Hehehehe… Tapi kisahnya tetep ngikutin Alkitab, seperti ada mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus, peristiwa Yesus disalib, tapi si Labu hadir disana. Ya, yang cerita lepas seperti Labu biasa, ada beberapa seperti itu. (Red – Cerita Yesus menyembuhkan perempuan yang mengalami pendarahan – Buletin Kampung Baru Mei 2005, cerita Orang Samaria yang baik hati – Buletin Kampung Baru Juni 2005, dll). Doakan saja ya, agar saya nanti bisa buat Si Labu yang berseri, hehehe…
T: Pernah kehabisan ide gak buat komik Si Labu?
J: Oh sering… biasanya saya gali-gali internet dan artikel-artikel buat mencari ide. Kadang-kadang mengunjungi komik-komik rohani Kristen seperti www.reverendfun.com, lalu dibuatlah versi Labu-nya.
T: Terus, komik-komik Labu yang ini idenya darimana saja?
J: Seperti yang tadi sudah saya katakan. Tentu saja, sebagian besar idenya dari Alkitab. Sering-seringlah membaca Alkitab, biar bisa buka wawasan, hehehehe… Ide-ide untuk komik Labu saya atur berdasarkan topik apa yang biasanya dibahas per bulannya. Misalnya bulan Agustus itu topiknya Kemerdekaan Republik Indonesia, saya gali ide untuk topik kemerdekaan. Yang menurut saya, Bangsa Indonesia sebetulnya sudah merdeka, tapi mereka belum dimerdekakan oleh Yesus. Masih banyak rakyat kita yang belum mengenal siapa itu Yesus.
T: Apa yang Ludo harapkan dari komik Si Labu ini?
J: Agar dengan komik Si Labu ini menjadi berkat dan membawa orang mengenal siapa itu Tuhan Yesus, selain juga untuk menghibur hati yang sedang berduka. Anggap saja komik Si Labu ini menjadi obat yang gembira. Saya juga berharap dengan komik Labu ini, jemaat tertantang untuk membuat kreasi komik yang lainnya. Saya yakin dan percaya, di antara jemaat ada yang memiliki talenta membuat komik, hanya mereka belum mau mengembangkannya saja. Siapa tahu loh, ada jemaat yang bisa gambar lebih bagus dari coretan komik Labu ini. Jadi, untuk mereka yang kreatif, jangan sungkan-sungkan mengirimkan karyanya, baik komik, cerpen, atau puisi-puisi apapun, saya sangat menghargai semua talenta kalian. Pasti dimuat! Tapinya memang pelayanan ini gak ada honornya, tapi Tuhan yang akan memberikan balasannya, karena apa yang kita lakukan pada tiap pelayanan apapun bagi Yesus, tiada yang percuma, mahkota dari Yesus kelak kita terima.
T: Ada tanggapan negatif dari komik Si Labu?
J: Kalau dari jemaat gereja sendiri sih tidak ada. Semuanya senang dengan Si Labu. Tapi, waktu itu ketika saya sebarkan via email, ada yang nanggapin negatif. Makanya untuk dimasukkan ke Buletin, saya masih pikir-pikir dahulu, apakah menjadi berkat atau tidak.
T: Yang mana ya?
J: Cerita Yesus yang membasuh kaki Petrus. Belum dimuat sih… di Buletin Kampung Baru! Nanti deh saya mengkonfirmasi dulu kepada BP, bagaimana apakah layak dimuat atau tidak.
T: Ada pesan-pesan terakhir buat jemaat?
J: Iya, mari kita semua bersama-sama berkarya buat pelayanan Buletin ini. Talenta yang kita punyai jangan kita pendam, tapi kita harus menggunakan semaksimal mungkin untuk pelayanan dan kemuliaan nama Tuhan.
T: Selamat berkarya terus ya!
J: Sama-sama. Amin!

Paintbrush yang digunakan untuk menggambar komik Si LABU
Sumber: Buletin Kampung Baru Oktober 2007