Archive for October, 2008

Akhir Pelayanan di Gereja Kampung Baru

Wednesday, October 15th, 2008
Saya memutuskan mengakhiri beribadah di Gereja Kristus Ketapang Persekutuan Wilayah Kampung Baru yang merupakan persekutuan wilayah dari GEREJA KRISTUS KETAPANG. Tanggal 28 September 2008 adalah terakhir kalinya saya beribadah dan pelayanan di gereja Kampung Baru.

Minggu besok tanggal 12 Oktober 2008 saya akan mencoba beribadah di Gereja Kalam Kudus Kosambi Baru, yang letaknya hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah saya.

Ada beberapa hal yang mendasar yang menjadi keputusan itu.

  1. Pertama, adalah: Agar Dave Christian, anak saya yang masih berusia 8 bulan dapat di-sekolah minggu-kan dan jarak dari rumah tidak begitu jauh.
  2. Alasan kedua, adalah: Pelayanan saya di bagian Buletin Gereja Kampung Baru mendapat ancaman somasi dari majelis GEREJA KRISTUS KETAPANG Pusat yang menyatakan keberatan akan artikel-artikel buletin (saya sertakan di attachment dibawah ini) dan isi website Gereja Kristus Ketapang Persekutuan Wilayah Kampung Baru yang menurut mereka mencemarkan nama baik lembaga gereja dan akan membawa ke pengadilan dan kepolisian bila hal ini diteruskan.

Sungguh sebuah kenyataan yang ironis! Mengingat apa yang saya layani adalah semua untuk kebaikan Gereja Kampung Baru sendiri, yang merupakan bagian dari GEREJA KRISTUS KETAPANG. Jujur saja, saya melayani bidang Buletin Gereja tidak dibayar, bahkan yang ada keluar biaya, waktu, tenaga dan pikiran. Namun, bukan itu yang saya layani, namun saya benar-benar melayani Tuhan Yesus.

Entah mengapa sebuah organisasi gereja bisa mengeluarkan ancaman seperti itu, yang menurut pandangan banyak rekan saya yang terkaget-kaget baru pernah mendengar kasus seperti ini. Kesimpulan mereka akan artikel di Buletin itu juga biasa saja, tidak mencemarkan nama baik lembaga gereja. Juga untuk sumbangan dana pembangunan gereja di Kampung Baru adalah perasaan terbeban dari teman-teman Multiply yang melihat begitu mengenaskan keadaan Gereja Kampung Baru. Gereja Kampung Baru selama ini memang terabaikan… Dan bila saja tidak ada kebaktian tiap minggunya, GKK Pusat tidak pernah tahu, karena memang tidak ada majelis dan rohaniwan maupun pendeta yang mengontrol. Paling hanya rohaniwan yang datang sebulan sekali ke Gereja Kampung Baru.

Seorang Pendeta disana juga menyayangkan sikap arogansi dari majelis yang membabi buta mengeluarkan ancaman itu, yang menurutnya jangan diselesaikan dengan cara pengadilan dunia. Pendeta tersebut juga mengutip kitab 1 Korintus 6, tentang kasus ini…

Sekarang malah jadi anekdot dan bahan becandaan di Gereja Kampung Baru, kalau ada salah apa-apa dalam pelayanan… “Awas lo, ntar ada somasi diaduin ke kepolisian or pengadilan”

Sesungguhnya berat untuk men-sharing-kan hal ini, karena hal ini bisa menjadi batu sandungan bagi teman-teman kita yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Apalagi juga banyak rekan-rekan yang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di blog www.kampbaru.multiply.com ditutup. Namun, saya rindu untuk terus memotivasi rekan-rekan seiman agar kita jangan patah arang dan semangat…

Sudahlah… Saya mencoba berbesar hati, saya yakini dan imani saja bahwa Tuhan Yesus pasti punya maksud dan rencana indah dibalik ini semua. Saya memutuskan mundur dari Gereja Kampung Baru juga mengingat saya masih punya keluarga, istri dan anak yang masih kecil… Lucu saja, bila pelayanan masih diancam-ancam akan disomasi ke kepolisian dan pengadilan segala yang notabene dilakukan gereja sendiri. Saya masih bisa memakluminya kalau hal ini dilakukan oleh agama seberang.

Dimanapun saya beribadah, tetap fokus hanya satu, menyembah dan melayani Tuhan Yesus … Saya juga mendoakan GEREJA KRISTUS KETAPANG agar menjadi lebih baik dan berkembang…

Gbu

Attachment: Kontroversi Buletin Kampung Baru.doc